aji-saka-gilamancing

Ilmu Padi ala Aji Saka

Pembawaan yang  tenang serta menyambut siapa saja yang datang itulah yang di tunjukkan kepada semua.  Termasuk kepada Tim gilamancing.com ketika berkunjung ke tempat tinggalnya di Komplek Limus Cileungsi, Bogor.

Aji Saka, ya dialah pria yang sekarang sudah menginjak usia 50 tahun. Dan kini mempunyai  2 orang putra serta 1 orang putri.  Namun semangat Aji Saka seperti anak muda yang terus membara dan tak henti untuk memberikan pengalaman memancingnya kepada  tim gilamancing.com

Dan ingatan yang sangat kuat terpancar ketika menceritakan masa kecilnya dahulu di suatu daerah Cilacap. Dari tempat inilah Aji Saka memulai petualangan memancingnya. Ia sering memancing dengan menggunakan paralon sebagai penggulungnya. Tehnik memancingnya tergolong sederhana dan sampai sekarangpun masih banyak dilakukan oleh sebagian orang. Kail dipasang umpan dengan racikan yang berbau amis lalu dilemparkan dekat kapal – kapal yang bersandar, kemudian paralon yang berfungsi sebagai joran itu ditancapkan ke tanah lalu ditinggal. Dua jam kemudian sudah terlihat hasilnya.

Benar saja setelah menunggu selama itu umpan yang diberikan tadi akan disabut oleh ikan yang ada di dalamnya antara lain jenis ikan baronang, pay, besulang dan masih banyak lagi jenis  yang lainnya.

Kini  Aji Saka  yang saat ini masih bekerja pada PT Astra Agro Lestari tbk, tidak lagi memancing di tempat seperti  itu lagi, sejak tahun 2002 mulai memancing secara professional. Tidak hanya dalam istilah saja professional tetapi beliau benar – benar persembahkan keahliannya secara total untuk memancing.

alat pancing-gilamancing.com

Beberapa peralatan pancing Aji Saka –  gilamancing.com

Itu tergambar oleh banyaknya alat pancing yang berada di tempat  kediamannya. Ada sekitar 13 alat pancing dengan berbagai merek dan beragam harga yang dimilikinya. Selain itu pula beliau mempunyai  satu box  perlengkapan umpan ikan yang dapat dikatakan komplet  untuk dibuat racikan sendiri.

Adanya 74 jenis racikan umpan ikan menandakan bahwa Aji Saka adalah sungguh – sungguh dalam menyelami dan mengamati sehingga  sampai pada akhirnya mengetahui jenis ikan seperti apa yang harus di berikan racikan diantara yang jumlahnya 74 itu.

Tak heran kolam – kolam yang ada di Jabodetabek sudah ia rasakan Strike nya karena umpan yang ia racik sendiri  dengan segala kesabarannya.  Bahkan tak heran sebelum memancing itu Aji Saka bersedia untuk mencicipi rasa air kolam demi menemukan ramuan umpan ikan yang ada di dalam kolam tersebut.

racikan. gilamancing.com

Racikan Umpan – gilamancing.com

Tak jarang Aji Saka ini membagikan ilmu dan trik yang ia dapat baik dari mempelajari  sendiri atau membacanya dari berbagai media kepada orang lain. Dan selanjutnya ilmu yang diberikan olehnya dapat kita baca di kolom Tips & Trick.

Tetapi dari itu semua Aji Saka tidak hanya bergelut di kolam pemancingan demi mendapatkan ikan, Bahkan juga Ia sering pergi ke Laut untuk mendapatkan sensasi tarikan ikan yang lebih besar. Antara lain laut yang ada di daerah Kalimantan, Sulawesi, Papua dan yang lainnya.

Yang namanya sudah hobi, sampai – sampai alat pancing Aji Saka ini sering di terbangkan melalui paket titipan kilat untuk dapat  bersamanya  ketika sampai di daerah tujuan untuk memancing.  Itulah gambaran yang ada  sehingga  mendapatkan hasil yang maksimal.

Dan tidak hanya memancing di kolam, laut bahkan rawa pun bisa menjadi landasannya untuk menyebar kail.  Rawa yang pernah dikunjunginya antara lain di daerah Ciketing, Universitas Trisakti, dan lainnya.  Tetapi kali ini berbeda, di rawa Aji Saka menggunakan umpan ikan mainan untuk menarik ikan gabus sebagai penghuni rawa sejati.

Tak jarang Ia mendapatkan lebih dari tiga ekor sekali memancing di rawa – rawa tersebut  dengan sistim troling. Ini lah sifat dermawannya yang ditanamnya dari dahulu.  Ia sering memberikan hasil tangkapannya itu kepada warga setempat atau orang yang ia jumpai.

Tak terasa 2 x 60 menit telah kita habiskan bersama dalam mempelajari segala tentang memancing dari seorang yang sudah hafal  lama bergelut dibidangnya. Dengan sesekali ia tersenyum dan tersenyum ketika berbagi ilmunya kepada tim gilamancing.com.

Karena asyiknya berbagi sampai lupa dan tak terasa kopi yang di hidangkan oleh istri Aji Saka berubah menjadi dingin, namun tak sedingin udara yang sekarang tim gilamancing.com rasakan, memang dari tadi pagi kawasan Cileungsi diguyur hujan.

Ibarat pepatah, “buah tak jauh jatuh dari pohonnya” sebelum tim gilamancing.com pamit untuk mengerjakan aktivitas lainnya, di pojok depan pintu kamar seorang anak muda sedang meracik umpan seperti yang di sampaikan Aji Saka kepada kami.

Anak muda itu sama persis dengan apa yang ada di bingkai foto keluarga, dia adalah anak pertama Aji Saka.

 Word : waw.m & Pictured : dield for gilamancing.com



Bakat terpendam didunia jurnalis waw.m atau Wawan Setiawan, mampu menghadirkan artikel yang cukup informatif namun ringan dibaca, serta dapat menuangkan ilustrasi dengan baik... selengkapnya


One thought on “Ilmu Padi ala Aji Saka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *